Rabu, 01 Februari 2012

Bangsaku

Kelak, bangsa ini menjadi sebuah kekuatan besar yang mempengaruhi dunia. Jika kemudian, hal itu masih serasa sangat hambar, biarlah! Sulit menemukan cahaya di gelapnya paradigma berpikir yang kian keruh oleh kepedihan hari ini. Sejak kau menginjakkan kakimu pada tanah ibu pertiwi, rasa untuk berkorban mungkin masih dipertanyakan. Bisakah kita memberikan waktu untuk menciptakan bangsa ini jauh lebih baik.

Menjadi negara dengan kekuatan super bukanlah hal yang mudah. Keputusasaan bisa saja tumbuh subur di benak para kaum-kaum pesimis. Kuyakin, kau yang tengah membaca tulisan ini bukanlah kaum-kaum pesimis dengan keadaan bangsa hari ini. Benar adanya jikalau bangsa ini dipenuhi dengan kemelut-kemelut yang hampir mmebinasakan rasa percaya kita.

Satu hal yang perlu ditegaskan bahwa, bangsa ini telah menyatu dengan diri kita secara utuh. Hargai tanah kelahiran, maknai, rindukan dan berikan pengorbanan yang setara dengan apa yang kita peroleh. Satu hal yang kami ingin wujudkan di Indonesia adalah kemampuan setiap individu untuk memahami satu sama lain. Bahkan konsep altruisme dapat saya rancang untuk mengubah segalanya.

Bukan esok tapi lusa! Masih berlalu dan tak memberi harap, bisa saja harapan yang ditunggu digantikan dengan yang jauh lebih baik. Indonesia pun akan maju, sudah saatnya tiba di gegap gempita nyanyian rakyat. Dengar mereka dan sapa mereka dengan menggunakan senyum.